Pontianak – Badan Pembinaan Petani dan Nelayan (BPPN) DPW PKS Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peluncuran program Duta Tani yang akan mulai dijalankan pada tahun 2026. Program ini diproyeksikan menjadi wadah pembinaan sekaligus gerakan pemberdayaan yang melahirkan petani-petani kreatif, inovatif, dan berdaya saing di seluruh Kalimantan Barat.
Program Duta Tani merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia sektor pertanian yang tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Selain itu, program ini akan menjadi ruang silaturahmi bagi petani, peternak, dan nelayan untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sektor pangan.
“BPPN hadir bukan hanya untuk mendampingi petani ketika menghadapi persoalan, tetapi juga menyiapkan kader-kader pertanian yang mampu menjadi inspirasi di daerahnya masing-masing. Melalui Duta Tani, kami ingin melahirkan agen-agen perubahan yang membawa semangat kemandirian pangan di Kalimantan Barat,” ujar Subono, S.P, Ketua BPPN DPW PKS Kalimantan Barat.
Dalam menjalankan misinya, BPPN DPW PKS Kalbar menetapkan tiga fokus utama, yakni pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan (advokasi). Pelayanan diwujudkan melalui pendampingan kepada masyarakat pelaku sektor pertanian. Pemberdayaan dilakukan dengan peningkatan kapasitas, pelatihan, dan pengembangan inovasi. Sementara pembelaan diwujudkan melalui advokasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani, peternak, dan nelayan agar memperoleh perhatian dan kebijakan yang berpihak.
Menurut Subono, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keberadaan Duta Tani diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang mendorong lahirnya gerakan pertanian berbasis komunitas hingga ke desa-desa.
Gerakan ini membawa semangat “Semangat Terus Bertanam” sebagai ajakan agar masyarakat terus memanfaatkan potensi lahan untuk menghasilkan pangan. Sementara slogan “Makan yang Kita Tanam, Tanam yang Kita Makan” menjadi filosofi untuk membangun budaya mandiri pangan, mengurangi ketergantungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Melalui program Duta Tani, BPPN DPW PKS Kalimantan Barat optimistis dapat mencetak generasi pelaku pertanian yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. Gerakan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata PKS dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus mewujudkan Kalimantan Barat sebagai lumbung pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (Ben)







