Majelis Talim Fatimah Az-Zahra Serahkan Bantuan untuk Tim Pandu Siaga PKS Kalbar, Perkuat Gerakan Kemanusiaan Hadapi Karhutla

Berita, Pontianak38 Views

PONTIANAK, 4 September 2026 — Di tengah asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kepedulian kembali hadir dari masyarakat. Kali ini, Halaqah Fatimah Az-Zahra menyerahkan bantuan untuk mendukung perjuangan Tim Pandu Siaga PKS Kalimantan Barat dalam menangani karhutla dan membantu masyarakat yang terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan pada Jumat (4/9/2026) kepada Tim Pandu Siaga PKS Kalimantan Barat. Penyerahan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, sebagai bentuk dukungan moral sekaligus kepedulian terhadap para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana.

Bagi para relawan, medan karhutla bukanlah tempat yang mudah. Mereka harus berhadapan dengan panas, asap pekat, medan yang sulit, hingga risiko kesehatan ketika berupaya menjinakkan api. Karena itu, setiap bentuk dukungan menjadi energi tersendiri agar perjuangan kemanusiaan tersebut dapat terus berjalan.

Kehadiran Halaqah Fatimah Az-Zahra memberikan pesan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam. Bencana ekologis yang dampaknya dirasakan masyarakat luas membutuhkan kepedulian banyak pihak, termasuk komunitas, organisasi kemasyarakatan, relawan dan masyarakat umum.

Komandan Lapangan Tim Pandu Siaga PKS Kalimantan Barat, Ahmad Zulkarnaen, yang mewakili pengurus DPW PKS Kalbar, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan perhatian yang diberikan Halaqah Fatimah Az-Zahra.

“Bantuan ini bukan hanya soal apa yang diserahkan, tetapi juga tentang kepedulian dan semangat kebersamaan yang menyertainya. Bagi kami yang berada di lapangan, dukungan seperti ini memberikan energi dan motivasi untuk terus bergerak membantu masyarakat menghadapi karhutla,” ujar Ahmad.

Menurutnya, persoalan karhutla tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan api. Ketika api membakar lahan, dampaknya menjalar ke berbagai sisi kehidupan masyarakat, terutama kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

“Asap yang muncul dari karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara. Karena itu, perjuangan menghadapi karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Tim di lapangan berusaha menangani api, sementara masyarakat dan berbagai elemen lainnya dapat mengambil peran melalui edukasi, bantuan kemanusiaan dan dukungan kepada warga terdampak,” katanya.

Ahmad menegaskan, Tim Pandu Siaga PKS akan terus berupaya hadir sesuai kemampuan untuk membantu penanganan karhutla dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi kondisi seperti ini. Selama masih ada yang membutuhkan bantuan dan selama kami mampu bergerak, kami akan berusaha hadir,” tuturnya.

Penyerahan bantuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat tumbuh dari kepedulian sederhana. Tidak semua orang harus turun langsung ke titik api untuk berkontribusi. Ada yang membantu melalui tenaga, ada yang memberikan perlengkapan, ada yang menyediakan kebutuhan relawan, dan ada pula yang menguatkan perjuangan melalui doa serta dukungan moral.

Semangat seperti inilah yang dibutuhkan Kalimantan Barat ketika karhutla kembali menjadi ancaman. Sebab, menghadapi bencana bukan sekadar persoalan siapa yang paling depan memadamkan api, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat saling menopang agar dampaknya tidak semakin luas.

Di balik seragam dan perlengkapan para relawan, ada manusia yang juga memiliki keluarga dan rasa takut. Namun mereka memilih untuk tetap bergerak ketika sebagian masyarakat memilih menjauh dari kepulan asap. Karena itu, dukungan yang datang dari masyarakat memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar bantuan materi.

Ia menjadi pesan bahwa perjuangan para relawan terlihat. Bahwa pengorbanan mereka dihargai. Dan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan Kalimantan Barat.

Ahmad pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli ketika api telah membesar, tetapi membangun kesadaran sejak dari hal-hal paling mendasar, terutama tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Karhutla harus kita lawan bersama, bukan hanya ketika api sudah membesar, tetapi juga dengan mencegahnya sejak awal. Kesadaran masyarakat adalah bagian penting dari upaya kita menjaga Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Bantuan dari Halaqah Fatimah Az-Zahra akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah penyerahan bantuan. Ia adalah simbol bahwa di tengah bencana, selalu ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu.

Ketika api membakar hutan dan asap mengganggu kehidupan, kepedulian tidak boleh ikut terbakar. Sebab, api mungkin dipadamkan dengan air, tetapi semangat kemanusiaan hanya akan tetap menyala jika masyarakat memilih untuk saling peduli.(Ben)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *